12/30/19

Keturunan Maulana Malik Ibrahim

Walisongo source ahadi.id
Sebelumnya, Bapak Pesantren di Jawa dan sekitarnya 


Perlu kita catat bahwa Maulana Ishaq mempunyai beberapa orang anak, diantaranya dua orang yang amat penting berhubungan dengan kedudukannya di dalam walisanga/ walisongo (sembilan wali). Kedua orang putranya itu ialah Raden Paku atau Sunan Giri yang bernama Syeikh ‘Ainul Yaqin, dan adiknya Sunan Gunung Jati yang nama aslinya Syarif Hidayatullah.

Dua orang wali ini bersaudara lain ibu. Sunan Giri dari ibu salah seorang putri Adipati Blambangan, seorang pangeran Majapahit. Sedangkan Sunan Gunung Jati dari ibu seorang putri keturunan bangsawan Quraisy dari Makkah. 

Sunan Giri adalah murid dan menantu Sunan Ngampel atau Sunan Ampel yang nama kecilnya adlaah Raden Rahmat. Beliau adalah putra Maulana Malik Ibrahim dari istri beliau yang ibunya keturunan Arab di Campa (Kamboja). Diperkirakan bahwa beliau baru menetap di Jawa pada tahun 1413 M, yakni kurang lebih 12 tahun setelah ayahnya wafat, Maulana Malik Ibrahim. 

Melihat bahwa Maulana Malik Ibrahim berasal dari Pasai, maka Sunan Ampel adalah anak dari istri Maulana Malik Ibrahim pada waktu beliau di Pasai. Jadi sunan Ampel dilahirkan di Aceh. Dan sebelumnya beliau ke Jawa Timur dan menetap di Ampel, di kota Surabaya, beliau merantau ke Palembang menemui bupati kerajaan Majapahit, bupati Arya Damar yang langsung di-Islamkannya. Disamping itu pula karena ada kaitannya dengan Gresik sebagai salah satu bandar perdagangan yang amat ramai di bawah kemakmuran kerajaan Majapahit. 

Sejak kecil Sunan Ampel telah mewarisi kepemimpinan dari orang tuanya, Maulana Malik Ibrahim. Setelah ayahnya wafat, para santri dari ayahandanya ini menyerahkan kepemimpinan pesantren ke Sunan Ampel dan beliau telah berhasil menyebarkan agama Islam dan menanamkan rasa simpati terhadap penguasa Majapahit pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sehingga nama beliau harum 
kedamaia sebagai pecinta ketertiban dan kedamaian.


Sumber : Buku "Abuya Syeikh Muhammad Waly Al-Khalidy. Bapak Pendidikan Aceh" 2016, Banda Aceh

No comments:

Post a Comment