12/30/19

Misi Agama Islam dari Aceh ke Pulau Jawa

Sunan Gresik
source tokohmuslim.com
Bapak Pesantren di Jawa dan sekitarnya

Pada masa Sultan Zainal Abidin Bahrain Syah berkuasa kira-kira pada 797 H (1395 M), sultan dari kerajaan Islam Samudra Pasai itu, telah mengirimkan serombongan mubaligh Islam di bawah pemimpin Maulana Malik Ibrahim, seorang guru besar dari Perguruan Islam di Pasai, ke pulau Jawa, yakni Gresik (Jawa Timur) dengan tujuan mengembangkan agama Islam di Jawa. 

Maulana Malik Ibrahim mendirikan perguruan Tinggi Islam di Gresik dan Ampel. Beliau memulai dakwah pengembangan Islam dan mendidik para santrinya menempuh sistem pondok pesantren. Hingga dengan demikian guru besar ini dipandang sebagai Bapak Pesantren di Jawa dan sekitarnya.

Adapun guru pada perguruan atau pesantren yang beliau dirikan itu pada umumnya berasal dari Pasai. Di antara guru-guru itu ada saudara muda Maulana Malik Ibrahim yang bernama Maulana Ishaq, beliau juga menjadi ulama dan mubaligh Islam seperti abangnya. 

Perlu kita catat bahwa Maulana Ishaq mempunyai beberapa orang anak, diantaranya dua orang yang amat penting berhubungan dengan kedudukannya di dalam walisanga/ walisongo (sembilan wali). Kedua orang putranya itu ialah Raden Paku atau Sunan Giri yang bernama Syeikh ‘Ainul Yaqin, dan adiknya Sunan Gunung Jati yang nama aslinya Syarif Hidayatullah

Selanjutnya, Keturunan... 

Sumber : Buku "Abuya Syeikh Muhammad Waly Al-Khalidy. Bapak Pendidikan Aceh" 2016, Banda Aceh

No comments:

Post a Comment