2/10/20

Teman Hidup

Teman Hidup

Hari ini akan kuceritakan sedikit kisahku, mungkin bagimu tidaklah berarti tapi bagiku ini jelas penuh arti.

10 februari 2017, tepat 3 tahun lalu kata sah bergema keseluruh sudut ruangan kecil nan penuh orang2 yang bersuka cita. Ia, itu aku yg sedang berbahagia, tentu saja didampingi oleh dia lelaki hebat yg Allah pilihkan untukku.
Perkenalan kami tidaklah lama, begitu pun perjumpaan kami, Seingatku hanya 2-3 kali sebelum akad itu terucap.

Kami dikenalkan oleh seseorang, komunikasi via handphone (aplikasi BBM saat itu, ah sungguh banyak sekali kenangan via aplikasi itu) 😁 2 minggu kemudian bertemu dan dia bertanya ketersediaanku untuk silaturrahmi keluarganya. Tentu saja aku menjawabnya ia, siapa tidak terpesona dengan pria manis brewok tipis2 sungguh membuat riuh jantung ku bak gadis yang masih kinyis-kinyis 😁. 

Hari itu tgl 10 november, keluarganya datang melamar seperti janjinya mengajak serius bukan menjerumus. Sungguh tak pernah terbayang dalam anganku bahwa aku menikah dengan orang yg baru kukenal hanya beberapa bulan, tapi kuasa Allah melebihi segalanya. "Kun fayakuun" tidak ada yg mampu menghalangi. Bismillah Allah titipkan rasa dan yakinkan hati melangkah bersama.
Seperti sebuah riwayat yang pernah saya baca "50.000 tahun sebelum langit diperkenalkan pada lautan, Allah telah meyandingkan namamu dengan namanya" benar2 tepat menggambarkan kondisi kami saat itu.

Dan hari ini 10 februari 2020, Alhamdulillah sudah 3 tahun kita bersama dan sudah bertiga ( semoga tahun depan sudah berempat ya, ehh 🤭 ) Allah ridhai kita menapaki jalan indah namun tak mudah ini. Jangan dipikir jalan ini tidak berliku, sungguh saat berjuang diawal pernah ingin menyerah. Semua yang terbayang indah diawal kenyataan memang tidak semudah itu, 2 kepala yang memang berbeda dipaksa menerima, egois dan saling merasa paling benar. Ada yang bilang "Menikah tidak seindah foto preweding" mungkin bagiku benar, karena menikah adalah masuk dalam konflik kehidupan yang sebenarnya.

Belajar memahami, memberi, menerima dan mengalah. Dimana hidup bukan hanya tentang ikhlas memberi tapi juga ikhlas menerima. Menerima bahwa dia yang kita cintai tidak sama seperti harapan, dia yang kita cintai mempunyai kekurangan, dan dia yang kita cintaipun manusia biasa yang pernah salah. Dia (lelakiku) pernah berkata demikian " ikhlaslah menerima kurangku, bahwa inilah aku pria yang Allah pilihkan untukmu dengan sejuta kekurangan maka lengkapilah aku", ahh dia memang pandai berkata-kata untung kucinta 🤭. Maka hari ini kubagi sedikit catatan tentang pernikahan, Menikah = selamat datang dalam masalah yang tak ada habisnya 😁 (bukan arti sebenarnya) bagiku lhoo yaaaa...

Untukmu suamiku, Ayah dari anakku
Sekalipun waktu bisa diulang, aku akan tetap memilih berada ditempatku sekarang.
Bukan karena hidupku sudah paling bahagia, bukan juga karena kamu tanpa cela tapi karena bersamamu aku paham cara mencinta.
Kukira mencinta adalah memberikan apapun yang aku punya, tapi nyatanya menerima titik terburuk dari seseorang adalah cara mencintai yang paling mulia.
Terima kasih untuk kuota sabar mu yang tak terbatas.
Terima kasih mencintaiku dengan cara sederhana.
Terima kasih menerimaku dengan lapang dada.
Kamu pria tangguh dan bertanggung jawab.
Aku wanita beruntung.
Dan aku bahagia bersamamu, sungguh..

Happy 3th Anniversary sayang
Doaku masih sama, semoga sampai tahun-tahun selanjutnya hingga ke Jannah-Nya.
Kamu dan Anak kita bahagia lahir dan batin hidup bersamaku, aamiiin..

No comments:

Post a Comment