12/25/19

Perbedaan Silsilah/Sanad Tarekat Syattariyah Syiah Kuala dengan Abu Peuleukung

Ilustrasi Tarekat Syattariyah

Tarekat Syattariyah adalah aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke-15. Tarekat ini dinisbahkan kepada tokoh yang memopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Abdullah asy-Syattar (wikipedia)
Abu Habib Muda Seunagan
Thariqat Syattariyah

Kenapa sampai menulis postingan dengan judul Perbedaan Silsilah/ Sanad Tarekat Syattariyah Syiah Kuala dengan Abu Peuleukung? Ini berawal ketika mencoba mencari jawaban tentang Perbedaan Waktu Puasa Masyarakat Pengikut Abu Peuleukung  (Habib Muda Seunagan) dengan umum/ yang ditetapkan pemerintah. Setelah membaca silsilah Abu Peuleukung di Wikipedia disitu menjelaskan bahwa beliau merupakan seorang Mursyid Utama Tarekat Syattariyah. 
Abdurrauf as-Singkili
Pelopor Tarekat Syattariyah di Nusantara

Dari sumber yang berbeda yaitu "Makalah Melacak Tarekat Syattariyah" yang ditulis oleh Rian Hidayat Abi El-Bantany di Kompasiana yang juga merupakan guru di Semesta Bilingual Boarding School- Semarang bahwa persebaran Tarekat Syattariyah di Nusantara berpusat pada satu tokoh utama yaitu Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili. Sebagaimana juga yang termuat di Wikipedia pada profil Syekh Abdurrauf as-Singkili bahwa Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, syaikh untuk Tarekat Syattariyah Ahmad al-Qusyasyi adalah salah satu gurunya. Nama Abdurrauf muncul dalam silsilah tarekat dan ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan Syattariyah di Indonesia. 

Namanya juga dihubungkan dengan terjemahan dan tafsir Al-Qur’an bahasa Melayu atas karya Al-Baidhawi berjudul "Anwar at-Tanzil Wa Asrar at-Ta'wil", yang pertama kali diterbitkan di Istanbul tahun 1884 (wikipedia). 

Disitu penulis melihat ada perbedaan silsilah/ sanad sehingga timbul berbagai pertanyaan. Harapan penulis kalau ada yang bisa menjelaskan lebih detail perbedaan sanad, penulis sangat mengharapkan penjelasan lewat komentar. Apalagi kalau ada yang bisa menjelaskan perbedaan waktu puasa pengikut Abu Peuleukung sebagai tambahan ilmu buat penulis. 

Berikut sanad/ silsilah Tarekat Syattariyah Syekh Abdurrauf as-Singkili: 
  1.  Nabi Muhammad SAW 
  2. Sayyidina Ali bin Abi Thalib
  3. Sayyidina Hasan bin Ali asy-Syahid
  4. Imam Zainal Abidin
  5. Imam Muhammad Baqir
  6. Imam Ja'far Syidiq
  7. Abu Yazid al-Busthami
  8. Syekh Muhammad Maghrib
  9. Syekh Arabi al-Asyiqi
  10. Qutb Maulana Rumi ath-Thusi
  11. Qutb Abu Hasan al-Hirqani
  12. Syekh Hud Qaliyyu Marawan Nahar
  13. Syekh Muhammad Asyiq
  14. Syekh Muhammad Arif
  15. Syekh Abdullah asy-Syattar
  16. Syekh Hidayatullah Saramat
  17. Syekh al-Haj al-Hudhuri
  18. Syekh Muhammad Ghauts
  19. Syekh Wajihudin
  20. Syekh Sibghatullah bin Ruhullah
  21. Syekh Ibnu Mawahib Abdullah Ahmad bin Ali
  22. Syekh Muhammad Ibnu Muhammad
  23. Syekh Abdul Rauf Singkili
  24. Syekh Abdul Muhyi (Safarwadi, Tasikmalaya)
  25. Kiai Mas Bagus (Kiai Abdullah) di Safarwadi
  26. Kiai Mas Bagus Nida' (Kiai Mas Bagus Muhyiddin) di Safarwadi
  27. Kiai Muhammad Sulaiman (Bagelan, Jateng)
  28. Kiai Mas Bagus Nur Iman (Bagelan)
  29. Kiai Mas Bagus Hasan Kun Nawi (Bagelan) 
  30. Kiai Mas Bagus Ahmadi (Kalangbret, Tulungagung)
  31. Raden Margono (Kincang, Maospati)
  32. Kiai Ageng Aliman (Pacitan)
  33. Kiai Ageng Ahmadiya (Pacitan)
  34. Kiai Haji Abdurrahman (Tegalreja, Magetan)
  35. Raden Ngabehi Wigyowinoto Palang Kayo Caruban
  36. Nyai Ageng Hardjo Besari
  37. Kiai Hasan Ulama (Takeran, Magetan)
  38. Kiai Imam Mursyid Muttaqin (Takeran)
  39. Kiai Muhammad Kusnun Malibari (Tanjunganom, Nganjuk)
  40. KH Muhammad Munawar Affandi (Nganjuk)
Silsilah/ Sanad Tarekat Syattariyah Abu Peuleukung 
  1. Rasulullah Muhammad SAW 
  2. Sayyidina Ali 
  3. Imam Zainal Abidin 
  4. Imam Muhammad Baqir 
  5. Syaikh Imam Jakfar 
  6. Syaikh Muhammad Maqhribi 
  7. Syaikh Abi Yazid al-Bustami 
  8. Syaikh Abi Muzafar 
  9. Syaikh Abi Hasan 
  10. Syaikh Khadafi 
  11. Syaikh Muhammad Asyiq 
  12. Syaikh Muhammad Arif 
  13. Syaikh Abdullah Syatari 
  14. Syaikh Qadhi 
  15. Syaikh Hidayatullah 
  16. Syaikh Hadhuwar 
  17. Syaikh Muhammad Qusya 
  18. Syaikh Wajidin 
  19. Syaikh Shifatullah 
  20. Syaikh Ahmad Tsanawi 
  21. Syaikh Ahmad al-Qusyasyi 
  22. Syaikh Muhammad Thamiri 
  23. Syaikh Ibrahim 
  24. Syaikh Muhammad Sa’ir 
  25. Syaikh Muhammad Suud 
  26. Syaikh Muhammad Ali 
  27. Syaikh Muhammad Langien 
  28. Habib Abdulrahim Qutubul Wujud 
  29. Habib Syaikhuna Muhammad Yasin 
  30. Abu Habib Muda Seunagan 
  31. Habib Quraish 
  32. Habib Qudrat (Mursyid saat ini).


No comments:

Post a Comment