12/24/19

Perundingan di Mukim Bungong Taloe, Antara Abu Peuleukung dengan Letnan Schmidt


Habib Seunagan atau Abu Peuleukung adalah seorang ulama dan pejuang yang berasal dari daerah Seunagan, Nagan Raya, Aceh. Nama lengkapnya adalah Habib Muhammad Yeddin bin Habib Muhammad Yasin. Ia hidup pada masa penjajahan Belanda hingga masa kemerdekaan Indonesia. 

Selain di ladang politik, ia juga seorang ulama lintas generasi yang berperan di Aceh Barat, Gayo Lues, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, dan bagian Aceh lainnya. Ia adalah seorang mursyid utama Tarekat Syattariah di Seunagan yang masih berkembang hingga kini. 

Salah satu peninggalannya yang sampai saat ini dinikmati masyarakat Nagan Raya yaitu saluran irigasi untuk sawah petani diberi nama "Lhung Abu" sepanjang 25 kilometer. 

Pada masa remaja, ia mengikuti orang tuanya untuk mengungsi ke wilayah Tadu Atas tempat mereka tinggal sekaligus mengatur strategi untuk menyerang Belanda. 

Salah satu pertempuran yang diikuti olehnya adalah pertempuran Tuwi Pomat Tadu Atas. Pertempuran-pertempuran tersebut tentu saja memakan banyak korban jiwa, harta sehingga Habib Seunagan melakukan perundingan di Mukim Bungong Taloe, Beutong dengan Letnan Schmidt yang menjadi pimpinan pasukan Belanda ketika itu. Perjanjian yang disepakati adalah kaum muslimin dapat melaksanakan ibadah mereka dan pasukan Belanda tidak akan mengganggu penduduk dan melakukan intervensi.

Sumber: wikipedia

No comments:

Post a Comment